Senin, 30 Juli 2012

BABAD TANAH JAWA

       Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya.

Konon, proses tersebut terjadi pada 20-36 juta tahun yang silam. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara), yang pada zaman dahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yang disebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa.Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata. Konon karena itulah pulau Bali sampai kini masih dikenal sebagai pulau Dewata, karena juga merupakan potongan dari benua Sweta Dwipa atau Jawata.

Mengingat kalau dulunya anak benua India dan Sweta Dwipa atau Jawata itu satu daerah, maka tidak heran kalau ada budayanya yang hampir sama, atau mudah saling menerima pengaruh. Juga perkembagan agama di wilayah ini, khususnya Hindu dan Budha yang nyaris sama.



Versi mistis :
    Pulau terbesar dengan penduduknya paling banyak di seluruh Indonedia ini, tidak menyangka, kalau dahulunya adalah pulau terkecil dan terpecah-belah oleh persilangan laut antara utara dan selatan.

Kisah dipersatukannya seluruh pulau yang terdapat di berbagai pulau Jawa, akibat dari kesaktian yang dimiliki oleh Brahmana Agung bernama Shang Hyang Dewa. Konon dengan kesaktian beliau, pulau itu ditarik satu persatu menjadi pulau terbesar dan dinamakan Bumi Ing Jowo Dwipo.

Semasa pulau ini belum terjamaah oleh manusia, para siluman dari bangsa seleman dan togog telah lebih dulu menduduki hingga ribuan tahun lamanya. Masa itu pulau Jawa disebut dengan nama Mokso Seleman (zaman para lelembut).Namun setelah keturunan dari Shang Hyang Nurasa menduduki bumi Jawa (Shang Hyang Dewa) pulau itu disebut dengan nama bumi pengurip (bumi yang dihidupkan). Shang Hyang Dewa akhirnya moksa di puncak Gunung Tidar, setelah beliau menyatukan berbagai bangsa lelembut untuk menuju jalan Adil (kebenaran), dan dari keturunannya.

Terlahir pula para Shanghyang Agung, seperti Shanghyang Citra Suma, Shanghyang Dinata Dewa, Shanghyang Panca Dria, yang akhirnya dari merekalah sebuah titisan atau wasilah turun-temurun menjadi kerajaan teragung yang absolut.

Baru diabad ke 12, pulau Jawa diperluas dengan tiga aliran yang berbeda, yaitu dengan adanya ajaran Hindu, mokso Jawi dan Islam. Akhir dari ketiga aliran tersebut nantinya menjadi suatu perlambang dari perwatakan penduduk pulau Jawa hingga sekarang ini.

Dalam perluasan arti ketiga diatas, mencerminkan sebuah kehidupan bermasyarakat gemah ripah loh jinawi. Konon ajaran ini hanya ada dipulau Jawa dan seterusnya menyebar ke seluruh pelosok yang ada di Indonesia, seperti ajaran Hindu misalnya, ilmu yang diajarkan oleh para Shanghyang Dewa, ilmu, sebagai aji rasa manunggaling agung.

Lewat bait sansekerta Yunani yang mengupas di dalamnya, kebenaran, keadilan, kejujuran dan memahami sifat alam. Ilmu ini akhirnya diturunkan oleh bapaknya para dewa. Raden Nurasa kepada Nabiyullah Khidir a.s. dan dizaman Wali Songo nanti, ilmu ini dipegang dan menjadi lambang dari sifat kependudukan masyarakat Jawa oleh tiga tokoh Waliyullah, yaitu Sunan Kalijaga, Mbah Cakra Buana dan Khanjeng Syekh Siti Jenar.

Moksa jawi sendiri, sebuah ilmu yang mengupas tentang kedigdayaan ilmu yang bersumber dari raja lelembut, bernama raja lautan. Ini sangat berperan dan menjadi salah satu perwatakan masyarakat Jawa. Konon ajaran yang tergabung di dalamnya mengajarkan arti tirakat, mencegah hawa nafsu dan memahami makna rohani, simbol dari ajaran ilmu ini digambarkan sebagai bentuk keris.

Keris menjadi suatu perlambang dari ajaran orang Jawa, bermula dari seorang Empu, bernama Ki Supo Mandragini. Beliau salah satu santri dari Khanjeng Sunan Ampel Denta yang diberi tugas untuk membuat sebilah keris. Namun rupanya, pemahaman dari sang guru dan murid ini saling berseberangan, disisi lain Sunan Ampel menginginkan sebuah pusaka berupa sebilah pedang sebagai perlambang dari makna Islam. Namun ketidaktahuan Ki Supo Mandragini sendiri, akhirnya beliau membuat sebilah keris berluk 9.

Keris tersebut menjadi penengah antara ajaran Islam dan Hindu bagi orang Jawa, dengan sebutan Islam Kejawen, dan keris pembuatan Ki Supo diberi nama Kyai Sengkelat. Dari kedua aliaran diatas, Islam telah ada di pulau Jawa sejak abad ke 9. Ajaran ini dibawa dari kota Misri oleh seorang Waliyullah Kamil Syekh Sanusi dan muridnya Muhammaad Al Bakhry, dan baru masyhur tentang ajaran Islam di pulau Jawa pada abad 13 dan 14 atau zamannya para Wali Songo.

Pembedaran lain dari keunikan yang terdapat di pulau Jawa pada masa itu, 300 tahun sebelum Wali Songo mendudukinya, para Shanghyang maupun bangsa lelembut seleman telah mengetahui lewat sasmita gaib yang mereka terima, bahwa sebentar lagi pulau Jawa akan dibanjiri para pemimpin makhluk dari berbagai negara.

Mereka dari seluruh alam berkumpul, berdiskusi di puncak Gunung Ciremai, pada masa itu mereka mufakat untuk mengabdi dan membantu, apabila para Waliyullah telah menduduki pulau Jawa. Namun tentunya tidak semua dari mereka setuju, sehingga perpecahan dari dua kubu yang berseberang jalan itu dinamakan Getas Kinatas (terpecahnya satu keluarga atau satu keturunan).

Nanti pada akhirnya tiba, dari Shanghyang Rowis Renggo Jenggala, akan menurunkan beberapa keturunan Saktineng Paku Jawa (orang-orang sakti yang menjdi penguasa pulau Jawa) diantaranya:

- "Arya Bengah" yang menurunkan para putera Majapahit dan keturunannya sampai putera Mataram.

- "Ciung Wanara" yang menurunkan Lutung Kasarung hingga sampai ke silsilah Prabu Agung Galuh atau yang dikenal dengan nama Prabu Munding Wangi atau Prabu Siliwangi.

- "Nyi Mas Ratu Ayu Maharaja Sakti" menurunkan beberapa keturunan berbagai alam diantaranya "Ratu Palaga Inggris, seorang puteri cantik dari bangsa manusia, yang akhirnya dikawin oleh Prabu Siliwangi.

- "Kerta Jasa" maharaja sakti.

- "Sang Kowelan" salah satu anak dari Ratu Palaga Inggris yang berjenis bangsa lelembut, dari beliau pula ucuk umun dan Ratu Kidul dihasilkan.

- Dari "Syekh Sanusi" melahirkan ratusan Waliyullah kondang, diantaranya para Wali Irak, Yaman, Mesir, Turky, dan para Wali Jawa.

Untuk yang berseberangan atau getas kinatas, sebagian dari mereka memilih ngahyang (raib) dan tak pernah muncul lagi dipermukaan bumi dan sebagian lagi mereka mengabdi dengan lewat menjaga semua alam di pulau Jawa.

Diantara yang mengabdi adalah :

- Sih Pohaci, beliau menjaga awan dan langit.
- Sih Parjampi, beliau selalu menjaga bumi dan bertempat pada lapisan bumi nomor dua.
- Sang Sontog, menjaga semua gunung pulau jawa.
- Sang Waluhun, menjaga pantai utara dan selatan.
- Sih Walakat, menjaga seluruh hutan dan pepohonan.
- Sangkala Brahma, menjaga bumi Cirebon.
- Sangkala Wisesa, menjaga bumi Mataram.
- Janggala Putih, menjaga bumi Bogor.
- Sang Lenggang Lumenggang Gajah, menjaga bumi Jakarta.
- Sang Seda Hening, menjaga bumi Banten.

Dan pengguron atau perguruan para purwa, Wali Jawa, diantaranya;
Perguruan, penatas angin Pekalongan.
Perguruan, Agung Waliyullah Ki Bagus Santo Pekalongan.
Perguruan, Pandarang Semarang.
Perguruan, Jambu Karang Purwokerto.
Perguruan, Daon Lumbung Cilacap, dan lain-lain.
Begitulah sepenggal kisah Purwa Jawa.


Sumber : Misteri (Idris Nawawi)

42 komentar:

  1. Ass, mau tanya ..untuk kpercayaan umat islam, apakah para eyang batara adalah para Malaikat.

    Banyak cerita2 dari para leluhur saya tentang tanah jawa, cerita di atas sangat bagus sekali dan saya membacanya berulang-ulang.Hal ini membuat saya bangga memiliki darah Jawa , bersyukur sama Allah SWT, dan berterima kasih sama para leluhur.

    Banyak yang ingin sya tanyakan tapi bagaimana caranya agar saya bisa berkomunikasi dengan Bapak?

    wass. Desy*dhesthi@gmail.com

    BalasHapus
  2. kalo menurut kifab2 yg pernah kubaca sih .. semua alam di jaga malaikat sampai2 daun2 dan makhluk2 lainnya...

    BalasHapus
  3. kama nabi adam terlahir nabi tsits dan keturunannya kama ibu hawwa' tertumpahkan dan terlahir sang hyang tsits dan keturunannya.... wallaahu a'lam

    BalasHapus
  4. kenapa sih harus bingung dengan sejarah,kitab_kitab,agama,organisasi apapun termasuk organisasi keagamaan,atau macam_macam makluk.
    kalau saya menyimpulkan sebetulnya semua menjadi sulit dan terpetak/terpecah karena manusia sendiri.
    Tuhan dak pernah mempermasalahkan agama,golongan,atau kepercayaan.
    Agama hanyalah tatacara atau jalan bagaimana kita bisa mencapai Tuhan.
    Tuhan itu Maha suci, manusia tidak akan bisa sampai ke Tuhan kalau tidak suci. Manusia sempurna itu tidak ada tetapi manusia suci itu ada.
    Sekarang bagaimana kita untuk bisa menjadi manusia suci ya terserah ama kita, mau sholat,puasa,tirakat,semedi,kebaktian atau pakai cara apapun yang penting kita bisa suci.
    Kalau cuma bicara atau ceramah banyak orang bisa, tapi pembuktian yang penting. Banyak orang menyangka, kalau orang dekat ama Tuhan maka doa mudah dikabulkan, banyak orang sakti,bisa mengobati,menerawang di katakan deket ama Tuhan. ini salah besar, semakin orang itu deket sama Tuhan maka semakin orang itu tidak bisa apa-apa.
    kenapa bisa begitu, kembali ke makna suci (tidak tercampuri apapun) saat kita menghadap Tuhan maka yang ada hanya kita dan Tuhan itu sendiri.
    Menghadap berarti harus tahu mana yang menghadap dan yang di hadapi.
    Kalau kita menghadap Tuhan berarti kita harus membuktikan atau memfaktakan wujud dari Tuhan , karena Tuhan itu memiliki sifat Wujud.
    Mana wujud dari perbuatannya,wujud dari sifatnya,bukan cerita atau ceramah doang.
    Ini bukti bahwa banyak orang terpeleset oleh sakti, di bohongi jin,perasaannya sendiri atau lannya.
    Suci adalah tidak tercampuri oleh apapun, artinya habis gak ada lagi ilmu, atau lainnya.
    Artinya jangan sampai kita terjebak macam - macam ilmu, baik ilmu eksak,ilmu panuntun urip,ilmu panembah,atau ilmu-ilmu lainnya yang sifatnya hanya ilmu rohani, sehingga banyak orang terjebak dalam sakti. Padahal banyak sekali ilmu itu ujung-ujung adalah dari pantai selatan,atau menggunakan jin atau bahkan ada yang bilang kodam malaikat, itu semua omong kosong. itu semua karena kebodohan manusia yang di bohongi oleh jin atau di bohongi oleh perasaannya sendiri.
    Apalagi ada yang bilang sedulur papat limo pancer itu semua karena kebodohan manusia itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngaji dulu biar hafidz...br komentar...jd ga akan merasa bener sendiri pendptnya....he..he..he.

      Hapus
    2. Udah panjang2 ƍäª nyambung...:ahahahahahahaha

      Hapus
    3. Setubuh...eh setuju maksud nya sama mas angon...eh mas aditya...bener kata mas angon...ngaji jangan cuma bisa melafaz kan ayat2 suci doang...kudu tau makna yg terkandung....
      Saya aja ketawa baca comment situ...

      Hapus
    4. ya tapi hrs mengikuti jalan yg lurus jalan para nabi dan rasul dan stelah mereka para wali wali Alloh sbg pengganti dan pewaris nabi

      Hapus
  5. kalau memang anda mau membahas kelanjutan masalah ini silahkan di BB dengan PIN 31174B74D4

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo membahas/mengkaji tujuanya mencari KEBENARAN pasti banyak yg mau.....tp kaya'nya kalo membahas sama anda akan buang2 waktu saja dan mubazirrrr....krn anda hanya mau mencari PEMBENARAN atas pendapat anda. Udah....ANTUM ngaji lagi....

      Hapus
  6. sekali lagi hati - hati dengan macam macam perguruan, atau ilmu ilmu sakti, atau nama KI.... dll
    atau gelar gelar lainnya.
    itu semua adalah urusan duniawi yang disangkut pautkan dengan Ketuhanan.
    Urusan dengan Tuhan adalah pribadi,tidak melalui perantara siapapun, ya kita sendiri.
    Tidak ada menghadap Tuhan rombongan, atau harus lewat perantara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bgmn mngkin...dan pasti mustahil...manusia bisa bertemu Tuhannya Allahuta'ala tanpa butuh Wasilah/perantara/bersyari'at..he..he..he.
      Allah azza wajalla saja...yg Maha Agung...Maha Kuasa atas segala sesuatu...itupun berPERANTARA/berWASILAH/berSYARI'AT dlm segala sesuatu. Contoh.: Allah menurunkan Al-Qur'an kpd Nabi Mukhammad SAW.yg ayat demi ayat di smpekan malaikat jibril...Knp Allah pake PERANTARA malaikat jibril..??? pdhl Allah maha mampu dan sangat bisa melakukan hal itu tanpa perantaraPun...knp..????
      knp....????kita terlahir mesti melalui/perantaranya ibu bpk kita...apakah Allah ga mampu??????kalo Allah menciptakan diri kita tanpa perantara ibu dan bpk kita????
      Aditya....anda bisa muncul di dunia...bisa kenal agama...bisa hidup...dsb DARI MANA...?????????? Apakah Langsung Dari TUHAN ALLAH SWT..?????ANDA BISA TAU ILMU dan Tau adanya TUHAN Darimana....???kalo anda(ADITYA)merasa bisa sendiri(TANPA PERANTARA/WASILAH) kok BISA ketemu Tuhan....he..he..he..
      Brrarti Anda MERASA lebih HEBAT dari TUHAN ALLAH SWT.knp..?????Krn Allah yg MAHA HEBAT saja....selalu pake PERANTARA.
      Makanya kalo ngaji kitab tuh yg jelas..lengkap..kaffah..hafidz...jd ga sombong dan merasa paling hebat dan bener sendiri.

      Hapus
    2. setuju lur ya kita hrs jadilhum bi ahsan biqouli layinin qolbu

      Hapus
    3. Mana tuh. . . Gk komen lg th si adhitya wp. Kalah dy rupanya.. hahaha....

      Hapus
  7. BAGUS BANGET LOE NGEMENK ,,,, TAPI KASIAN DEH LOH ,,,, SAMA USTAD MANSOR AJA LOE KALAH TENAR.... APA LAGE MPE MASOK TIPI ....

    MAU LANJUT RIBUT SAMA GUE NEH..... TELPON RUMAH AJE SKALIAN GUE KASIH .... 0215886213

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa aj bos. . . Kaya anak kecil loe, apa mang loe mash kecil. Wakwakwak. . . Adik kecil jangan maen d sni y. . . Maen masak2an sana nak.

      Hapus
    2. betul bang taufik,kacau blm knapa2 sdh panas duluan

      Hapus
  8. meributkan sesuatu hal yang penting....biar mereka berjalan dengan sendirinya....pendapat orang berbeda beda. maka ambil positifnya.

    HARGAI ORANG LAEN....
    maaf jika ada tutur kata yang salah....

    BalasHapus
  9. ribut tu contohx manusia yg gk berakal, klo kita umat islam pakai aja pedoman Al Qur'an & Hadist Tu yg paling benar, jka cerita melenceng dari Al Qur'an & Hadist berarti cerita itu hanyalah fikti belaka atau cuma dongeng pengantar tidur, kata Alm Gus Dur Gitu aja kok repot.

    BalasHapus
  10. ada yg merasa benar sendiri, yg ,seolah2 membawa cap stemple kebenaran,"pake bilang "ngapain butuh perantara?"

    waktu ditanya balik,.....wong gusti alloh aja pake perantara, kog dg sombongnya kamu bilang g boleh pake perantara......?


    hehehehehe
    pake nyebar bin buat berantem nyari pembenaran segala.
    ciiri2 org yg "ngeyel"

    pasti bukan org jaw ITU....
    ato Belajar Islam import dari SA'Ud ea bung.....?
    hehehehe

    BalasHapus
  11. sampai kiamat jika debat masalah keyakinan juga gk bakal selesai., agama bukan untuk diperdebatkan.., jika sdh "merasa benar sendiri" alamat anda sudah salah ( ambillah hikmah sewaktu nabi musa as ktm nabi khidir ". jalani yg anda yakini sendiri., smg mendapat hidayah illahi robbi. amin

    BalasHapus
  12. Agama Islam sdh final, tidak ada keraguan, mengenai ajaran dan penafsir akan berjalan terus selama matahari terbit dari timur

    BalasHapus
  13. SUBHANALLAH, inilah wajah2 INDONESIA yg ber BHINEKA TUNGGAL IKA meskipun berbeda2 beda keyyakinan, beda alam, beda sifat and sikap tapi satu jua, tetap hidup di dalam negara yang satu negara INDONESIA

    BalasHapus
  14. kenapa kok musti adu argumen... kalao ngak makan ya laper aja udah pada merasa hebat.... ingat akan amal perbuatan kita yg mesti kita pertanggung jawab kan kelak di ahkerat.... wasalam...

    BalasHapus
  15. Paparan diatas emang sebenarnya bukan unt masy umum krn akal mereka banyak yg gak nyambung. Seharusnya diperuntukan orang yg berilmu tinggi setingkat S4 ato S5. Bagi yg menyangga itu wajar yg dipakai hny akal setingkat SD.
    Saya sangat mendukung penulis, kalo bisa bahasanya diperluas dan terperinci sehingga tingkatan terendahpun paham.

    BalasHapus
  16. Ok lah matur suwon atas tulisanya menambah refrensi kita lo.....

    BalasHapus
  17. Sbuah perjalanan negeri yg penuh misteri...negeri surgawi di atas tanah yg di janjikan tuhan..salam nusa antara

    BalasHapus
  18. knp kita harus mpersoalkn yg bukan hak kita..yang musti kita ketahui..semuanya serba perpasang pasangan..ada laki n prpuan..baik n buruk..surga n neraka..dll..sbg pmbuktian bhwasanya Tuhan Allahu Jalla Jalaluh..Maha dari segala maha n brkuasa..jd dari ksemua lini harus ada yang menemoati.. yang jelas mudah2an kita semua termasuk digolongkan yang mndptkan ridhonyaa...amiin...ilahi anta maqsudi waridhoka madlhubih...salam penuh kedamaian..

    BalasHapus
  19. illahi anta maqsudi waridloka madlhubi athini mahabatka wa ma'rifataka...

    semoga cepat damai, haha... al islamu mansalamah wa muslimuna bilisanihi wa yadihi... kenapa malah saling caci mencaci/saling menjatuhkan? bukanya berbagi pengetahuan...

    saalam damai : al-faqir..

    BalasHapus
  20. Ya namanya juga sejarah masih bisa dimanipulasi. Tapi mungkin itu hanya sebuah pesan supaya kita sebgai orang indonesia untuk lebih berpikir seperti pendahulunya yang selalu ingin maju untuk kesejahteraan rakyat serta menguasai dunia seperti yang ada dicerita. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang besar tapi terlupakan oleh dunia.

    BalasHapus
  21. aku gak mau komemtar macem macem.cuma bisa ngasih support.semogj xg slah cpt di sadarkan ALLOH SWT.dan yg bnar dpat ridho NYA

    BalasHapus
  22. hanya ada 1 kata buat kalian semua HANYA TUHAN YANG TAU

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Perdebatan, pertentangan dan permusuhan terjadi hanya jika kita "NGRUMANGSANI LERES"(merasa benar) mari coba kita balik cara perfikir dan bersikap untuk "NGRUMANGSANI ALA"(merasa bersalah) mungkin akan mengurangi ketegangan, karena KEBENARAN mutlak hanya milik ALLAH, mohon maaf jika ada kata2 yg kurang berkenan, hanya berbagi untuk bahan renungan. terima kasih

    BalasHapus
  25. Hahahaha ..urus diri masing2 untuk melaksanakan kewajibannya sebagai makhluk tuhan ....kewajibannya yaitu innalilahi wa inna illaihi roji'un. Dr tuhan krmbali ke tuhan ...awassss nyangsang di pohon toge ...awas nyangsang di jembatan layang kalo ga ketemu jalan pulangnya

    BalasHapus