Minggu, 24 Februari 2013

PERJALANAN SANG PRABU SILIHWANGI

Kisah Prabu Siliwangi sangat dikenal dalam sejarah Sunda sebagai Raja Pajajaran. Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi adalah kitab Suwasit.Kitab yg di tulis dngn menggunakan bhs.sunda kuno di dalam selembar kulit Macan putih yg di temukan di desa pajajar Rajagaluh jawa barat.

Prabu Siliwangi seorang raja besar pilih tanding sakti Mandraguna,Arif  & Bijaksana Memerintah Rakyatnya di kerajaan Pakuan Pajajaran Putra Prabu Anggalarang atau Prabu dewa Niskala Raja dari kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa atau Kraton Galuh di Ciamis Jawa barat.
Pada masa mudanya dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa. Sejak kecil beliau Diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, seorang juru pelabuhan Muara Jati di kerajaan singapura
(seblum bernama kota cirebon).
Setelah Raden pemanah Rasa Dewasa & sudah cukup ilmu yg di
ajarkan oleh ki gedeng sindangkasih.
Beliau kembali ke kerajaan Gajah untuk Mengabdi kepada ayahandanya prabu Angga Larang/dewa Niskala.
Setelah itu Raden pemanah Rasa Menikahi Putri  ki gedeng sindangkasih.
Yg bernama nyi Ambet kasih.
Ketika itu Kerajaan gajah dalam pemerintahan Prabu dewa Niskala atau prabu Angga Larang sedang dlm masa keemasanya.
Wilayahny terbentang Luas dari Sungai Citarum Di karawang yg berbatasan Langsung dengan kerajaan Sunda,smpai sungai ci-pamali berbatasan Dengan Majapahit.

Silsilah Prabu Siliwangi sebagai keturunan ke-12 dari Maharaja Adimulia.

MAHA RAJA ADI MULYA / RATU GALUH AJAR SUKARESI Menikahi Dewi Naganingrum / Nyai Ujung Sekarjingga berputra :
PRABU CIUNG WANARA berputra :
SRI RATU PURBA SARI  berputra :
PRABU LINGGA HIANG berputra :
PRABU LINGGA WESI berputra :
PRABU SUSUK TUNGGAL berputra :
PRABU BANYAK LARANG berputra :
PRABU BANYAK WANGI berputra :
PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA berputra :
PRABU WASTU KENCANA ( PRABU NISKALA WASTU KANCANA )berputra :
PRABU ANGGALARANG ( PRABU
DEWATA NISKALA ) menikahi Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis berputra :
SRI BADUGA MAHA RAJA PRABU SILIHWANGI/PRABU PEMANAH RASA (1459-1521M)

Pada suatu Hari Prabu AnggaLarang Geram karna Banyak dari penduduknya di muara jati yg beragama Hindu Pindah keagama Baru yg Dibawa oleh Alim Ulama dari Campa kamboja bernama Syekh Quro
Agama tersebut Bernama islam.
Maka di Utuslah Beberapa orang kepercayaannya Untuk Mengusir Ulama itu dari tanah jawa.

Konon kabarnya,Ulama besar yang
bergelar Syekh Qurotul’ain dengan nama aslinya Syekh Mursyahadatillah atau Syekh Hasanudin.beliau adalah seorang yang arif dan bijaksana dan termasuk seorang ulam yang hafidz Al-qur’an serta ahli Qiro’at yang sangat merdu suaranya.
Syekh Quro adalah putra ulama besar
Mekkah,penyebar agama Islam di negeri Campa (Kamboja) yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan dari Sayidina Hussen Bin Sayidina Ali RA.dan
Siti Fatimah putri Rosulullah SAW.

Sebelum Beliau datang ke tanah jawa sekitar tahun 1409 Masehi,Syekh Quro pertama kali menyebarkan Agama islam di negeri Campa Kamboja ,lalu ke daerah Malaka dan dilanjutkan ke daerah Martasinga Pasambangan dan Japura akhirnya sampailah ke Pelabuhan Muara Jati yg saat itu syahbandar di gantikan oleh ki gedeng Tapa karna Ki gedeng sindangkasih telah Wafat.
Disini beliau disambut dengan baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan Jati,yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana Ayah dari Prabu Anggalarang dan, oleh masyarakat sekitar.
mereka sangat tertarik dengan
ajaran yang disampaikan oleh Syekh Quro yang di sebut ajaran agama Islam.
Sampailah para utusan itu di depan pondokan syech Quro,Utusan itu Menyampaikan Perintah dari Rajanya Agar penyebaran agama Islam di muara jati Harus segera dihentikan.
Perintah dari Raja Gajah tersebut
dipatuhi oleh Syeh Quro.namun,kepada utusan prabu Anggalarang
yang mendatangi Syekh Quro,beliau
mengingatkan,meskipun ajaran agama Islam dihentikan penyebarannya.
tapi kelak, dari keturunan Prabu Anggalarang akan ada yang menjadi seorang Wali Allah.
Beberapa saat kemudian beliau pamit
pada Ki Gedeng Tapa untuk kembali ke negeri Campa,di waktu itu pula Ki Gedeng Tapa menitipkan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang Larang,untuk ikut dan berguru pada Syekh Quro.
BerangkatLah Syeh Quro bersama Nyi subang Larang dngn menggunakan Perahu kembali ke negri campa kamboja.

Sebagai Seorang putra Raja Beliau tidak Betah tinggal diam di istana,Raden Pamanah Rasa kerap mengembara Menyamar menjadi Rakyat Jelata dari daerah satu ke daerah Lainya,Menolong yg Lemah & Memberantas Keangkaramurkaan.
Gemar bertapa & mencari kesaktian,
Di dalam salah satu pengembarannya, Ketika beliau hendak beristirhat di Curug atau air terjun,curug itu bernama Curug Sawer yg terletak di daerah Majalengka,Raden pemanah Rasa dihadang oleh siluman Harimau Putih Pertempuran pun tak terelakkan.
Raden Pamanah Rasa dan Siluman Harimau Putih yang diketahui memiliki kesaktian tinggi itu pun bertarung sengit hingga Setengah Hari,Namun kesaktian Prabu Pamanah Rasa berhasil
memenangi pertarungan dan membuat siluman Harimau Putih tunduk kepadanya.
Harimau Putih itu memberi sebuah pusaka yg terbuat dari kulit Macan,
Dengan pusaka itu beliau bisa Terbang Laksana burung,Menghilang tak terlihat oleh mata (ajian Halimun),berjalan secepat angin (Ajian saepi Angin)& Bisa Mendatangkan Bala tentara Jin.
Harimau itupun memutuskan untuk mengabdi kepada Raden Pamanah Rasa sebagai pendamping beliau.
Dengan tunduknya Raja siluman Harimau Putih,maka meluaslah wilayah kerajaan Gajah.
Siluman Harimau Putih beserta pasukannya selanjutnya dengan setia mendampingi dan membantu Raden Pamanah Rasa.
Salah satunya kala kerajaan Gajah
menundukkan kerajaan2 yg Memeranginya.Siluman Harimau Putih juga turut membantu Raden Pamanah rasa saat kerajaan Pajajaran diserang oleh pasukan Mongol pada Masa kekaisaran Kubilai khan.
Karna Jasa-jasa Anaknya yg begitu besar dalam Kejayaan kerajaan gajah,maka diangkatlah Raden pemanah Rasa sebagai Raja kedua di kerajaan tersebut.
Prabu Pamanah Rasa pun selanjutnya
mengubah nama kerajannya menjadi
kerajaan Pajajaran. Yang berarti menjajarkan atau menggabungkan kerajaan Gajah dengan kerajaan Harimau Putih.
Seiring meluasnya wilayah kerajaan Gajah,Prabu Pamanah Rasa kemudian membuat senjata sakti yang pilih tanding.
Beliau menyuruh Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata pisau berbentuk harimau sebanyak tiga Buah,Dalam Tiga Warna, yaitu Kuning, Hitam, Putih.
Senjata pertama yang berwarna hitam,dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar dengan kesaktian Prabu Pamanah Rasa Dalam membentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut.
Senjata Kedua dibuat dari air,api yang dingin,yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning, Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau.
Senjata itu selesai dalam waktu tujuh hari.
semalam penuh Pengeran Pamanah
Rasa memikirkan nama untuk senjata sakti tersebut,tepat ayam berkokok ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut,Pisau pusaka itu di beri nama KUJANG (Senjata Berbentuk Harimau), dikarenakan
Pusaka itu ada tiga,Maka kujang tersebut di beri nama KUJANG
TIGA SERANGKAI,yang Artinya
BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA.
Senjata itu berbentuk melengkung dengan ukiran harimau di gagangnya. Ukiran harimau di gagang Kujang konon sebagai pengingat terhadap pendamping setianya, siluman
Harimau Putih.
Dan pusaka itu yg kini menjadi lambang dari propinsi Jawa Barat,

Beberapa Tahun kemudian Syekh Quro datang kembali ke negeri Pajajaran beserta Rombongan para santrinya,dengan menggunakan Perahu dagang dan serta didalam rombongan adalah,Nyi Mas Subang Larang,Syekh Abdul Rahman.Syekh Maulana Madzkur dan Syekh Abdilah Dargom.
Setelah Rombongan Syekh Quro melewati Laut Jawa dan Sunda Kelapa dan masuk Kali Citarum,yang waktu itu di Kali tersebut ramai dipakai Keluar masuk para
pedagang ke Pajajaran,akhirnya
rombongan beliau singgah di Pelabuhan Karawang.
Menurut buku sejarah masa silam Jawa Barat yang terbitan tahun 1983
disebut,Pura Dalem.
mereka masuk Karawang sekitar 1416 M.yang mungkin dimaksud Tangjung Pura,dimana kegiatan Pemerintaahan dibawah kewenangan Jabatan Dalem..Karena rombongan tersebut,sangat menjunjung tinggi peraturan kota Pelabuhan,sehingga aparat setempat sangat menghormati dan,memberikan izin untuk mendirikan Mushola ( 1418 Masehi) sebagai sarana Ibadah sekaligus tempat tinggal mereka.Setelah beberapa waktu berada di
pelabuhan Karawang,Syekh Quro
menyampaikan Dakwah-dakwahnya di Mushola yang dibangunya (sekarang Mesjid Agung Karawang ).dari urainnya mudah dipahami dan mudah diamalkan,ia beserta santrinya juga memberikan contoh pengajian Al-Qur’an menjadi daya
tarik tersendiri di sekitar karawang.

Ulama besar ini sering mengumandangkan suara Qorinya yang merdu bersama murid-muridnya,Nyi Subang Larang,Syekh Abdul
Rohman,Syekh Maulana Madzkur dan
santri lainnya seperti ,Syekh Abdiulah
Dargom alias Darugem alias Bentong bin Jabir Modafah alias Ayekh Maghribi keturunan dari sahabat nabi (sayidina Usman bin Affan).
Berita kedatangan kembali Syekh
Quro,rupanya terdengar oleh Prabu
Anggalarang yang pernah melarang
penyebaran agama islam di muara jati,sehingga Prabu Anggalarang
mengirim utusannya.untuk menutup
pesantren Syekh Quro dengan paksa.
utusan yang datang itu adalah Putra Mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa.
sesampainya di depan pesantren Raden pemanah Rasa tertambat hatinya oleh alunan suara merdu yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang,”Saat menlantunkan Ayat-ayat Al-Qur’an,”
Prabu Pamanah Rasa akhirnya
mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren tersebut.
Atas kehendak yang Maha Kuasa Prabu Pamanah Rasa,menaruh perhatian khususnya pada Nyi Subang Larang yang cantik dan
merdu suaranya.
Beliau pun menyampaikan keinginanya untuk mempersunting Nyi Subang Larang sebagai permaisurinya.
Pinangan tersebut diterima tapi,dengan syarat mas kawinnya yaitu Lintang Kerti Jejer Seratus,yang di maksud itu adalah simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk berdzikir.
Selain itu,Nyi Subang Larang mengajukan syarat lain agar kelak anak-anak yang lahir dari mereka harus menjadi Raja.
seterusnya menurut cerita,semua
permohonan Nyi Subang Larang
disanggupi oleh Raden Pamanah
Rasa.Atas petunjuk Syekh Quro,Prabu
Pamanah Rasa segera pergi ke Mekkah.
Di tanah suci Mekkah,Prabu Pamanah
Rasa disambut oleh seorang kakek
penyamaran dari Syekh Maulana Jafar Sidik.

Prabu Pamanah Rasa merasa
keget,ketika namanya di ketahui oleh
seorang kakek.Dan Kekek itu, bersedia
membantu untuk mencarikan Lintang
Kerti Jejer Seratus dengan syarat harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat.Sang Prabu Pamanah Rasa denga tulus dan ikhlas mengucapkan,Dua Kalimah Syahadat.yang makna pengakuan pada Allah SWT,sabagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan, Muhammad
adalah utusannya.
Semenjak itulah,Prabu Pamanah Rasa
Atau prabu silihwangi masuk agama Islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus atau Tasbeh,mulai dari itu,Prabu Pamanah Rasa diberi ajaran tentang agama islam yang sebenarnya.
Setelah itu Prabu Pamanah Rasa segera kembali ke Kraton Pajajaran,Untuk melangsungkan pernikahannya denga Nyi Subang Larang waktu terus berjalan maka pada tahun 1422 M,pernikahan di langsungkan di Pesantren Syekh Quro dan
dipimpin y oleh Syekh
Quro.
Hasil dari pernikahan tersebut mereka
dikarunai 3anak yaitu:
1.Raden Walangsungsang/kian santang( 1423 Masehi)
2.Nyi Mas Rara Santang ( 1426 Masehi)
3.Raja Sangara ( 1428 Masehi).

Nama Silihwangi pun & dikenal sebagai raja yang mencintai rakyatnya.
Dia meminta agar pajak hasil bumi tidak memberatkan rakyat. Dia juga mengatur pemerintahan dengan cukup baik sehingga Pajajaran disegani.
Kemudian Prabu Silihwangi Menikahi putri Prabu Susuktunggal Raja dari kerajaan Sunda,yg bernama
KENTRING MANIK MAYANG SUNDA
Jadilah antara Raja Sunda dan Raja Galuh yang seayah ini menjadi besan.Pada tahun 1482 , Prabu Dewa Niskala menyerahkan Tahta Kerajaan Galuh kepada puteranya Raden pemanah Rasa atau Jaya Dewata.
Demikian pula dengan Prabu
Susuktunggal yang menyerahkan Tahta Kerajaan Sunda kepada menantunya ini(Jayadewata).
Dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1482 itu, kerajaan
warisan Wastu Kencana berada kembali dalam satu tangan.
PRABU SILIHWANGI.
Beliau memutuskan untuk berkedudukan di Pakuan sebagai "Susuhunan" karena ia telah lama tinggal di sina menjalankan pemerintahan sehari-hari mewakili mertuanya. Sekali lagi Pakuan menjadi pusat pemerintahan.
Zaman Pajajaran diawali oleh pemerintahan Prabu Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja prabu silihwangi yang memerintah selama 39 tahun (1482 - 1521).
Pada masa inilah Pakuan Pajajaran mencapai puncak perkembanganya.
Gemah Ripah Loh Jinawi,Daerah kekuasaanya sepertiga pulau Jawa yg terbentang Luas dari ujungkulon sampai ke Dataran tinggi Dieng jawa tengah.wilayah ini kala itu di sebut tataran Sunda.

Singkat Cerita Setelah Prabu Silihwangi di tinggal nyi Subang Larang ke Rahmat Allah,istri yg paling di cintainya.
Beliau mulai Melupakan islam yg pernah di ikrarkanya,Beliau lebih Memilih Kembali Memeluk Agama yg di Anut leluhurnya(sunda wiwitan).
Sedangkan Raden Walangsungsang yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad saw.
Lalu,ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana.
Pangeran walangsungsang lahir dikeraton Pajajaran bertepatan dengan Tahun 1423 Masehi. Pada masa mudanya ia memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik,
kurang lebih 17 tahun lamanya ia hidup di Istana Pajajaran.
Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.
Ia menuruti panggilan mimpi untuk
berguru agama nabi kepada
Syekh Nurjati, seorang pertapa asal
Mekah di bukit Amparan Jati cirebon.
Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati,Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Resi Danuwarsi.
Kemudian Beliau pergi menuju Gunung Dihyang di Padepokan Resi Danuwarsih, masuk wilayah Parahiyangan Bang Wetan. Resi
Danuwarsih adalah seorang Pendeta
Budha yang menjadi penasehat Keraton Galuh, ketika Ibukota Kerajaan masih di Karang Kamulyan Ciamis. Sulit dibayangkan bagaimana keteguhan Sang Pangeran yang muslim, berguru kepada seorang Pendeta yang secara lahiriah
masih beragama Budha.
tp Mungkin saja secara hakiki sang Danuwarsih sudah Islam meskipun tingkah lakunya masih Hindu-Budha. Tetapi yang Jelas kedatangan Putra Sulung Prabu Siliwangi di Padepokan Gunung Dihyang disambut suka cita oleh pendeta Danuwarsih.
Dan untuk menyempurnakan kegembiraan tersebut, sang Guru menikahkan putri satu-satunya yang bernama Endang Geulis.
Darinyalah lahir seorang putri yang bernama Nyai Mas Pakungwati yang kelak kemudian hari menjadi permaisuri Kanjeng Sunan Gunung jati.
Begitupun Rara santang adik
Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi,Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia
pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.
Lalu, Prabu Siliwangi mengutus Patih
Arga untuk mencari sang putri. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Namun, usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang.
Akhirnya, ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela.
Sementara itu, perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati.
Rarasantang diberi pakaian sakti
oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa
berjalan dengan cepat. Nyai Sekati
memberi petunjuk agar Rarasantang
pergi ke gunung Cilawung menemui
seorang pertapa. Di gunung Cilawung,
oleh ajar Cilawung nama Rarasantang
diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit,dikasihi Tuhan, dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Selanjutnya, Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi.
Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita,yang tengah mengajar Walangsungsang. Sang Danuwarsi mengganti nama
Walangsungsang menjadi Samadullah
dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ketika keduanya tengah asyik berbincang-bincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta
merta memeluk kakaknya. Di Gunung
Merapi, Walangsungsang di nikahkan
dengan indang geulis putri dari Resi Danuwarsi.
Sesuai dengan petunjuk Resi Danuwarsi, Samadullah beserta istri
dan adiknya meninggalkan Gunung
Merapi menuju bukit Ciangkup. Indang
Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal.
Di bukit Ciangkup tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga,Samadullah
diberi pusaka berupa sebilah golok
bernama golok Cabang yang dapat
berbicara seperti manusia dan bisa
terbang. Setelah mengganti nama
Samadullah,Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menenemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua.
Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka: kopiah waring,badong bathok (hiasan dada dari tempurung), serta umbul-umbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran.
Atas petunjuk Nagagini,Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. Nagagini memberi
nama baru bagi Walangsungsang, yakni Karmadullah.
Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon
kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh.
Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan.
Kopiah Waring segera ia pakai,
lalu ia mengambil sebatang bambu
untuk membuat bubu yang dipasang
disalah satu cabang kiara.
Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”.
Raja Bango berusaha mengambil ikan
dalam bubu, namun ia terjebak masuk
ke dalam perangkap dan tak dapat
keluar, dan akhirnya ditangkap oleh
Walangsungsang. Raja Bango
mengajukan permohonan agar tidak
disembelih, dan ia menyatakan takluk
kepada Walangsunsang serta
mengundangnya untuk singgah di
istananya guna diberi pusaka.
Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan
menyerahkan benda pusaka berupa:
periuk besi, piring, serta bareng. Periuk
besi dapat dimintai nasi beserta lauk
pauknya dalam jumlah yang tidak
terbatas, piring dapat mengeluarkan
nasi kebuli, sedangkan bareng dapat
mengeluarkan 100.000 bala tentara.
Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke
Gunung Jati.
Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh
Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin.
Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat.
Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi
perintah gurunya. Ia pun berangkat
menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan
adiknya, yang di “masukkan” ke dalam cincin Ampal.
Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan
nama Kebon Pesisir, sedangkan
pesantrennya diberi nama Panjunan.
Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi
memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi.
Selanjutnya,Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja
membabat hutan, pohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan
sudah selesai; sementara
Walangsungsang tidur mendengkur.
Hutan yang dirambah cukup luas
sehingga pendatang-pendatang baru
tidak perlu bersusah payah membuka
hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya,dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan.
Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani
karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman,
ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi
telah berada disana.
Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir,ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya
menunaikan ibadah haji ke Mekah.
di mekkah kemudian mereka berkenalan dengan patih dari mesir yg sedang mencari permaisuri untuk rajanya,dari perkenalan itu akhirnya raja mesir menikah dengan nyi Rara santang dengan maskawin sorban nabi muhammad saw,Rara santang tinggal di Mesir bersama Suaminya & kian santang Pulang kembali ke pulau Jawa,ketika Rarasantang sedang Hamil tersiarlah kabar Bahwa Raja Mesir Wafat saat berkunjung ke negri Rum di kerajaan saudaranya, Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya,apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan.
Rara santang di karuniahi anak kembar yaitu syarif hidayatulloh & syarif Arifin.
Ketika Mereka berdua dewasa,tahta kerajaan mesir di turunkan ke pada syarif hidayatullah tapi Beliau Menolaknya dan Memberikanya pada Adik kembarnya syarif Arifin,syarif hidayatullah lebih Memilih Berdakwah ke pulau Jawa di tanah Leluhurnya,Setelah sampai Di muara Jati Beliau Bertemu dengan Walangsungsang,uwaknya yg telah berganti Nama pangeran Cakrabuana,kemudian di Nikahkanlah Syarif Hidayatullah dengan putri Uwaknya yg bernama Nyi mas Pakung Wati.
Kemudian Syarif Hidayatullah di Angkat menjadi Waliyulloh dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif
Abdullah dan bergelar pula sebagai
Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.
Pada tahun 1479 M, kedudukan Pangeran Cakrabuana sebagai Raja di keraton Pakung wati kemudian digantikan Sunan Gunung Jati,Beliau Lalu Mendirikan Kesultanan Cirebon Sebagai Pusat Penyebaraan Agama islam di tataran Sunda,Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulai oleh Syarif Hidayatullah dengan membentuk Dewan Dakwah Sembilan Wali atau Wali Songo sebagai tokoh Ulama penyebar Agama islam di Jawa.
Dan kemudian Syarif Hidayatullah diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka , Kuningan , Kawali (Ciamis),Sunda Kelapa , dan Banten.

Di Kisahkan,setelah kerajaan2 kecil Bawahan pakuan Pajajaran berhasil di taklukan oleh kesultanan Demak & cirebon,dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam & para pejabat tinggi pajajaran kebanyakan lari kedaerah banten yaitu daerah badui kabupaten rangkas dan ada yang kegarut serta kecirebon.
Rakyat & pembesar kerajaan pajajaran yg tidak mau masuk islam & masih Setia mengikuti ajaran terdahulunya yg Masih Bertahan di kerajaan Padjajaran,keadaan itu Membuat Prabu Siliwangi bersedih hati,ketenangan,kedamaian dan ketentraman batinnya yang slalu
bergejolak tentang iman,karna
prabu siliwangi bersih keras mengikuti
ajaran terdahulunya dan prabu silihwangi tidak mau mengikuti ajaran istrinya meski secara hakiki prabusiliwangi telah masuk islam melalui istri nya yang kedua yaitu nyi subang larang anak ki gedeng tapa. diantara istri dan putra putrinya prabu silihwangi merasa berdosa tidak meneruskan ajaran islam yang
pernah diikrarkannya pada sumpah
perkawinannya dengan nyi subang
larang dengan maskawin berupa tasbih dipondok pesantren syeh Quro
dikarawang .
Prabusiliwangi merasa malu dengan istri dan putra putrinya serta cucunya yang menjadi waliulloh sunan gunung jati, anak dari Rara santang apa lagi pada waktu itu prabu silihwangi terkalahkan pasukan islam dan rakyat pajajaran hampir seluruhnya masuk islam.
Pada Suatu Hari Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya,,Sunan gunung Jati. yg bermaksud ingin Mengajaknya kembali Memeluk islam.
Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya.
Dengan kesaktian pusakanya, sebilah
Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun pajajaran dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika itu,negara dan rakyat Pajajaran lenyap dan Sirna ke Alam ghaib,Pusaka Ecis Itupun berubah pula menjadi rumput ligundi hitam.
Syarif Hidayatullah atau sunan gunung jati yang datang kaget karena kerajaan pajajaran beserta Rakyatnya telah hilang berpindah ke Alam Ghaib dan berubah menjadi hutan belantara,
Sebelum pergi beliau berucap"Rakyat pajajaran yg bersembunyi di hutan seperti Harimau"
Seketika itu pula Perkataan Waliullah di kabulkan oleh Allah swt.
Rakyat pajajaran selamanya akan menjadi Harimau sampai Rumput ligundi itu di Cabut.
Kegagalan Sunan gunung Jati dalam Mengislamkan kakeknya,Prabu silihwangi.Membuat Pangeran Walangsungsang Harus Turun tangan Mengislamkan Ayahandanya,Prabu silihwangi.
dengan ilmu Saepi Angin Hanya dalam Sekejap Beliau Melesat ke Pajajaran yg telah Berubah Menjadi Hutan Belantara.
Berkat Kesaktian Ajian Trawangan  walangsungsang Berhasil Menemukan Ayahandanya,Prabu Silihwangi yg Menggunakan Ajian Halimun.Namun usaha kian santang pun sia-sia untuk merubah pendirian Ayahandanya,sang prabu tetap bersikukuh tidak mau memeluk islam.Akhirnya sang prabu beserta pengikutnya merubah wujud mereka menjadi Harimau Sebagai bukti bulatnya tekad sang prabu untuk tetap mengikuti Ajaran Leluhurnya.
prabu siliwangi pun memilih Menghilang atau ngahyang di kawasan Hutan Sancang ,saat terdesak oleh kejaran putra Sulungnya pangeran walangsungsang yg Bersikeras Mengajak Ayahandanya Untuk Masuk islam.
Kerajaan Pajajaran & prabu silihwangi Menghilang bukan berdasarkan perang melawan anak dan cucunya melainkan hanya semata-mata tidak ingin membanjiri darah dengan anak cucunya apa lagi prabu siliwangi adalah ayah yang bijaksana dan Raja yg penuh wibawa pada rakyatnya.

Sekian,apabila ada kesalahan saya mohon maaf,apabila terkandung kebaikan semata-mata karna Allah swt & smga bermanfaat untuk kita semua..
Hikayat ini di tulis Berdasarkan :
-kitab suwasit
-Babad tanah karawang
-Naskah Martasinga

71 komentar:

  1. cerita ini hrs di gali lebih dalam biar semua orang tau sejarah sunda yg sebenarnya. sy mau silsilah yg lengkap. konon katanya sy adalah keturunan siliwangi dari cianjur cikalong

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya juga konon katanya keturuna siliwangi dari bethlehem,,, you know bethlehem??hemm

      Hapus
    2. Pak Teddy,kalau mau tau silsilah lengkap sunda dan mau tau bnr atau tidaknya bapak itu keturunan Eyang Prabu Siliwangi.. segera hubungi saya diemail hendridinho87@gmail

      Hapus
    3. begitu indah mengingat sejarah nenek moyang

      Hapus
    4. Sepertinya saya juga keturunan Prabu Siliwangi deh ,,, :D

      Hapus
    5. saya mah keturunan ayah dan mama saya zaa.... dah :P

      Hapus
    6. semua orang sunda sudah pasti keturuna pajajaran,,,
      jadi jangan heran kaau banayk yang mengaku keturunan siliwangi,,
      kenapa bisa gitu ,, iya karena kita semua satu keturnan...
      namun jika tentang sejarah,psti akan bnyak perbedaannya,knp bisa bgtu karena kita tidak mengalami pada masa itu karena kita hidup dijaman sekarang,mungkin saja para ilmuan,arkeolog atau sejarawan bisa bener bisa salah,krena mereka jg mengkaji dari berbgai sumber,dan dari sumber tersebut berbeda beda,ada yang a bc d dan yang lain nya,jadi yang tau pastinya cm yang bersangkutan jg allah swt..

      Hapus
    7. ko pada berebut keturunan si, yang terpenting kita jangan sampai lupa sama asal muasal pendiri kerajaan sunda, jadi jaga baik'' semua situs yg ada di daerah kalian yang berkaitan dengan pajajaran, tetap jaga lingkungan kita masing'', jangan biarkan sampai tidak terawat, terutama jangan berkunjung ketempat prasejarah kalo cuma mau foto'' ataupun di jadiikan suatu tempat permintaan :D

      Hapus
    8. yukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH KABOIRENG dan saya meminta nomor MBAH KABOIRENG pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH KABOIRENG berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 0823~2221~2111 MBAH KABOIRENG memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH KABOIRENG dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. KLIK TOGEL JITU DISINI







      Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH KABOIRENG dan saya meminta nomor MBAH KABOIRENG pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH KABOIRENG berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 0823~2221~2111 MBAH KABOIRENG memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH KABOIRENG dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. KLIK TOGEL JITU DISINI

      Hapus
    9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    10. Apapun agama EYANG PRABU SILIWANGI,,nu pasti mantenna karuhun (leluhur) raja PAKUAN PADJADJARAN dina mangsa na,karuhun urang sararea,urang sunda sa padjadjaran..anu sakedah na d pihormat,ti conto kana kaarifan sareng kabijaksanaan nana...hatur nuhun

      Hapus
    11. INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 20 X TERBUKTI
      TRIM’S ROO,MX SOBAT





      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 20 X TERBUKTI
      TRIM’S ROO,MX SOBAT




      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 20 X TERBUKTI
      TRIM’S ROO,MX SOBAT....

      Hapus
  2. maaf mas, cerita yang prabu siliwangi menjadi harimau itu sangat salah besar mas...
    prabu siliwangi yang ter'akhir ber'tahta di padjajaran yaitu raden prabu ragamulya....

    BalasHapus
  3. Maaf ceritanya salah besar, Rd. Walangsungsang dan Rd. Kian Santang itu adik kaka bukan orang yg sama.
    Syarif Hidayatulloh tidak menikah dgn Nyimas Pakungwati karena beliau adalah adik iparnya dlm Islam itu dilarang. Karena Nyimas Pakungwati terbunuh saat melindungi ayahnya, maka penerus tahta kerajaan cirebon dilanjutkan oleh Syarif Hidayatullah. Sebab Prabu Cakrabuana tidak mempunyai anak lagi dari permaisurinya.
    Maaf semua cerita diatas salah besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,ceritanya harus di benarkan tuh,

      Hapus
    2. @seta kananda : buat aja sendiri versi kamu,pake bilang ceritanya salah besar segala

      Hapus
    3. jangan suka menyalahkan, kita baca dan pikirkanlah dengan bijaksana sebagaimana PRABU SILIHWANGI

      #hargai usaha orang maka anda akan dihargai

      Hapus
    4. siliwangi adalah raja yg bijaksana....dan ktanya aku adalah keturunan dari prabu siliwangi,,,dari indramayu

      Hapus
  4. sy mau dong cerita yg sebenarnya...

    BalasHapus
  5. Sulit Ɣªήğ ada mengungkap dαп menggali sejarah kerajaan prabu siliwangi dαп anak2'e

    BalasHapus
  6. salah keur inyana, bener keur inyana...,
    tah geuning kieu, sakieu rupana pamenteu urang sadaya.
    tina padungdengan-padungdengan.
    titis waris tulis aki, nini,...

    BalasHapus
  7. Hayu atuh urang cari yang benarnya, karena sangat menarik untuk diketahui, walau memang alur ceritanya ada yang tidak logis, harap dicari informasi lain untuk memperkaya informasi di atas....

    BalasHapus
  8. wangsit prabu siliwangi

    ”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.”

    Artinya :
    “Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.”

    BalasHapus
  9. hatur nuhun tos di pasihan obor

    BalasHapus
  10. Perdebatan kebenaran sejarah eyang prabu siliwangi hanya membuang2 energi dan memecah belah pasundan. Satu kenyataan yg tak terbantahkan adalah baik Cirebon, Banten, Tasik maupun Parahiyangan semuanya adalah keturunan beliau. Lebih baik kita menggali ajaran luhur beliau. Kearifan, kebijaksanaan dan kemimpinannya. Bersatu kita teguh. Bersatu kita akan lebih kuat.

    BalasHapus
  11. tolong dong mnta crita sjarah asli nya tntang prabu siliwangi...dan mau tnya kian santang jdi rja gak nerusin bpk nya prbu siliwangi atw wlang sungsang atw surawisesa

    BalasHapus
  12. letak padjajaran tuh tepatnya dmn

    BalasHapus
  13. Ieu oge tos untung aya carita ngenaan luluhur urang sunda,tugas urang ayeuna urang teruskeun cita-citana ulah silih salahkeun...korehan heula sajarahna kumpulkeun terus disimpulkeun pikeun caritakeuneun anak incu urang engke (zaman kahereup),sakieu komentar ti sim kuring hatur nuhun masih aya anu apal sejarah tatar pasundan
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh setuju bgett sma omggan yg ini

      Hapus
  14. . bagai kueh sih kesah prabu siliwangi je sebenarnya ..

    BalasHapus
  15. waalupun saya bukan orang sunda tapi saya suka riwayat raja pajajaran

    BalasHapus
  16. sya moaL ngiLu debat...
    Anu pnting ayeuna urang sadaya saLaku katurunan sunda sing bsa ngajaga ieu tatar suda jeung kabudayan na tong nyamp Leungit komo d pa`ok mah..

    BalasHapus
  17. satuju dulur, hayu urang teruskn cita2 raja anu mulya tur bijaksana. ngajadikn rakyat sjahtera tur bisa ngajaga nagara jeung agama allah nu mulya

    BalasHapus
  18. Satuju pisan,, ajaran nu di warisken ku lelulr urang kudu di pake dina kanyataan,, ulah ngan dina tulisan jeng omong wungkul. kudu sadar ayena urang kabeh loba pasea jeng dulur, tina sepak bola, tawuran, perang kampung, teu di ajarken ku leluhur urang model kitu. Mun boga kawarani mah,, rumasa masih sadarah pajajaran,, sok bantuan dulur urang nu jadi TKI di siksa ku dununganna,, dulur urang di aniyaya di luar negri,, nepi ka wasit sepak bola di gebugan ku aparat nagara batur,, ek sahadeui mun lain urang kabeh sadudulur nu mantuan,, toh pamarentah ayena ngan saukur ngomong wungkul. Hayu cuang sauyunan,, prabu siliwangi ngawangsitken carita nu panjang di luhur teh siloka,, ker urang ameh marikiri,, ameh sapemikiran,, ameh sauyunan,, ameh ngahiji tur kuat suku sunda nagara indonesia. ulah parasea dulur jeng dulur siga carita nu di luhur. karajaan pajajaran pasti bakal kapanggih sesuai jeng dawuhan prabu,,, tp nu kapanggih lain karajaan jaman prabu,, tapi karajaan nu bakal di bangun ku urang-urang kabeh sadudur ayena di jaman ayena. nyaeta : gotong royong, sauyunan, sajalan, sapemikiran, satujuan, saling pikanyaah, ngahiji bangun kakuatan pajajaran nu di wangsitken ku prabu siliwangi samemeh ngalengitkan eta karajaan. sok pikir jaman ayena, naha urang sauyunan, gotongroyong, sajiwa, jeng ngahiji ?
    Nepi kairaha oge moal kapanggih karajaan pajajar nu sakitu gagahna jeng makmurna ari nu nyicinganna jeng dulur oge masih pasea.

    Hatur nuhun ( Keturunan Ciamis Asli )

    BalasHapus
  19. Prabu Siliwangi menghilang karana dah masuk Islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum islam.. tp muslim dulur.. ^-^.. beliau udah percaya adanya alloh swt yg esa.. semuanya dri Nya dan akan kembali kepadaNya.. tapi belum mengucapkan dua sahadat.. ^-^

      Hapus
    2. Beliau, ayahanda (R.Pamanah Rasa) menikahi ibunda subanglarang putri dari syeh quro dengan syarat syahadat&mahar tasbih jejer sanga-sanga (isinya 99butir) yang berada di arab, setelah menikahi ibunda subanglarang beliau pergi ibadah haji ke tanah suci,

      “ SASAKALA PRABU SILIWANGI”

      Kaula Prabu Siliwangi nyakenkeun ka sadayana jamaah
      Diya sakayan kaula nu Insya Allah ngabalai
      Diya nyusuk nudihapurankeun kaagama Islam
      Nyian anaka arang-arang nuka kaula di wastupun
      Nyakeun hate diyaya sakala dikailkeun di kaitkeun
      Dipahetkeun nyakeun lelembut diyaya sakala arang-arang marifat
      Puran kayan kegeugeuh diyayakeun ka gusti Allah
      Diya dihampurakeun ka agama Islamna
      Haturan dajar nyakeun hapur kaula kasabab
      Neuteup diyaya teu nyakeun diaya sakala bisa musrik
      Sakitu nu kaula bisa dibantoskeun diya kecapna
      Susuhun dihampura diya kecap parit ieu upami aya kalepatan
      Kaula Prabu Siliwangi Pangeran Pamanah Rasa”

      #maaf jika salah, semoga tetap arif dan bijaksana ;)

      Hapus
  20. ari silihwangi teh silih sengitan,sanes silih salahkeun,ngarasa aing bener,da jalmi bener mah moal parasea,anu benermah ngarumasakeun dirina salah,mending oge ningali urang ka urang..supaya bisa ningali jatina diri,saha urang,timana urang,rek kamana urang.

    BalasHapus
  21. Maaf semuanya,"Nyugcrug galur nu kapungkur" Padjajaran harus bijak. Sama seperti rajanya yang arif dan bijaksana. Yang harus kita pahami adalah, beragam pemahaman bukan untuk saling menyalahkan, namun justru menjadi mempererat dan menyatukan kembali Sunda yang sesunggunya. Padjajaran bukan Cirebon, Ciamis, Karawang atau Banten tapi adalah Jawa Barat (Pasundan)/Sunda. fakta999@gmail.com

    BalasHapus
  22. admin ceritanya menarik apa ada bukunya...?
    tpi yang asli klo ada sms aja ke no ini 085643843601

    BalasHapus
  23. ari sihoreng teh prabu siliwangina nyumput na para .... teu bisa eun turun eweh taraje ....

    BalasHapus
  24. SILIH'WANGI :)
    #Semoga bijak dalam membacanya, ;)
    salam persaudaraan saudara"ku semua :)

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. menarik juga sejarah pajajaran euy.....klo blh tau nih.....??????.....letak aslinya kerajaan pajajaran tu dimna sih......

    BalasHapus
  28. tidak usah banyak berdebat masalah sejarah cukup diyakini bahwa sejarah itu ada, kebanyakan orang berdebat karna orang tersebut belum paham dan tidak sampai

    BalasHapus
  29. Bagaimanapun jg kita tdk boleh melupakan sejarah.

    BalasHapus
  30. Ceritanya 90% betul yg menyalahkan justru karena buta ttg babad cirebon & babad tnh sunda. Kraton kasepuhan crbn adalah krton pakungwati anak dr p.wallangsungsang.....good ceritanya...

    BalasHapus
  31. Siapa hayo yg bilang cerita diatas salah besar,.... Kalo ente emang lebih tau kebenaran nya coba di buktikan,.. Jngn cuma omong doang,...!!! Klo mau nyalahin orang ya harus siap dngn ilmu nya,..... Jngn bilang * sy tau itu salah..... Tp sy gak bsa praktekin/ksih tau yg sbnarnya,... Cm sy tau itu salah saja,... ( ky orng bego)

    BalasHapus
  32. SILIWANGI - Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh jeng Silih Sengitan. yuk hayu batur urang babarengan tanjeurkeun bebeneran naon2 anu geus dicontokeun ku luluhur urang praktekeun di kahirupan ayeuna saperti simbol SILIWANGI.

    BalasHapus
  33. keluarga saya punya bukunya silsilah keluarga prabu siliwangi

    BalasHapus
  34. Kenapa saling serang yg jelas orang sunda itu kacang lupa kulit, sejarah Karuhunnya sendiri ga ada satupun yg tau. Lihat watak Prabu Siliwangi sampe matipun /menghilangpun dia tidak mau taat pada jajahan budaya baru yaitu Budaya islam karena setia pada ajaran leluhur nya dan leluhur orang sunda yang hari ini pada mengaku keturunan Prabu Siliwangi tapi tak satupun yang watak Prabu Siliwangi. Kerajaan Pajajaran yang hebat dan budayanya yang hebat itu takluk dan hancur di bawah islam.Edannnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!! andaikan Budaya leluhur Prabu Siliwangi ( Hindu) itu masih ada maka kita bisa membayangkan Bali yang indah itu pasti ada di tanah sunda.

    BalasHapus
  35. Ya memang benar Bapak, Sang Prabu Siliwangi teguh dengan ajaran para leluhurnya sehingga apapun yang terjadi Beliau tetap meyakini Hyang Widhi

    BalasHapus
  36. Hyang Widhi ( Tuhan Yang Maha Esa ) Pangerane sira kabeh

    BalasHapus
  37. Siapa yang berani menjamin cerita ini 100% valid ? Atau berani menceritakan keadaan yang sebenarnya pasti dia sudah ditangkep BIN duluan, nggak percaya ?? Yang berani mengedarkan cerita seperti ini aman saja karena bukan yang sebenarnya berlaku pada masa itu wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  38. Kalo cerita di atas valid apa nggaknya itu kt ga tau ? Namun yg pasti bisa menambah khasanah cerita Pajajaran itu msh bisa di gali lbh jauh

    BalasHapus
  39. kabeh manusa bisa sakti .. saratna jujur jeung bener

    BalasHapus
  40. Ceritanya menarik.. jadi sdikit tw kisah" perjalanan masuknya islam d tanah jawa.

    BalasHapus
  41. Sejarah perlu diketahui tapi tidak perlu di perdebatkan !
    Jika menurut anda salah atau benar kita memerlukan bukti bukan perdebatan yang ada hanya perselisihan panjang dan membuat bangsa kita hancur karena hal yang kecil !
    Karena sejarah Indonesia sendiri saja kita belum tau kebenarannya seperti apadan Indonesia merdeka saja kita sudah salah dan tidak tau pasti kebenarannya !
    yang penting jika kita ingin tau kebenaran dari sejarah kita harus belajar dan terus belajar wajar saja kalau orang biasa menganggap Prabu silihwangi hebat kalau menurut saya wajar sa Dari Jaman mulai Nabi Adam sampai sekrang Sihir itu tetap ada dan Syir itu ada !
    Ingat semua saudara aku apapun aliran mu dan apapun warna hidupmu jangan pernah menyerah unutuk mencari kebenaran dan jangan pernah menyalahkan seseorang tapi nasehatilah kalau anda punya bukti bahwa tullisan blog nya salah jangan sampai meninggung si penulis salah !
    dsini kita unutuk belajar bukan saling menyalahkan !

    BalasHapus
  42. saya turunan nabi...nabi adam..:P

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga mas..:D dari pada di anggap keturunan monyet.ihh..

      Hapus
  43. Bagus sekali, artikelnya dapat di percaya tapi sayang penulisannya tidak rapih jadi melelahkan untuk dibaca

    BalasHapus
  44. Yang pasti dan tidak akan salah, kalian semua beserta saya adalah keturunan dari Nabi Adam AS.... ok opo iya toh !!!???

    Wkwkwkwkwkwkwkwkwkkw............................

    BalasHapus
  45. Yang benar yang mana sih ya?? APAKAH RD KIAN SANTANG SAMA DENGAN PRABU CAKRABUANA atau sebaliknya mereka berbeda orang..mohon infonya apabila ada literatur resmi semisal dari prasasti atau catatan resmi keraton (spt keraton Pakungwati dan Kasepuhan Cirebon) atau mungkin dari negara Belanda..mohon ya saudara-saudaraku yang baik hati dan tidak sombong..maksud saya insyaAllah tulus agar kebenaran sejarah terungkap..maturnuhunnn

    BalasHapus
  46. Alhmdllh..trnyata slama ini q adlh cucunya prabu walangsungsang..horeeeee..nnti x an email q aja y.

    BalasHapus
  47. Terima Kasih, penulis sudah berusaha membuka lembaran sejarah. Kita cinta negara ini dan bangga akan kejayaaannya. Semoga indonesia terus bersatu dan pemimpinnya menjadi arif , bijaksana dan berani membela rakyatnya. amin.

    BalasHapus